37 - Yang Setan Lakukan Ketika Umat Tuhan Berbuat Jahat


 I saw that Satan carries out his plans well. As the servants of God appoint meetings, Satan with his angels is on the ground to hinder the work. He is constantly putting suggestions into the minds of God's people. He leads some in one way and some in another, always taking advantage of evil traits in the brethren and sisters, exciting and stirring up their natural besetments. If they are disposed to be selfish and covetous, Satan takes his stand by their side, and with all his power seeks to lead them to indulge their besetting sins. The grace of God and the light of truth may melt away their covetous, selfish feelings for a little, but if they do not obtain entire victory, Satan comes in when they are not under a saving influence and withers every noble, generous principle, and they think that too much is required of them. They become weary of well-doing and forget the great sacrifice which Jesus made to redeem them from the power of Satan and from hopeless misery. EW 267.1

Saya melihat Setan melaksanakan rencananya dengan baik. Saat para hamba Tuhan mengadakan pertemuan, Setan dan para malaikatnya berada di tempat tersebut untuk menghalangi pekerjaan itu. Dia terus-menerus memberikan saran ke dalam pikiran umat Tuhan. Dia memimpin beberapa orang dalam satu cara dan beberapa lainnya dalam cara lain, selalu mengambil keuntungan dari sifat-sifat jahat dalam diri saudara-saudari, menggairahkan dan mengobarkan kemarahan alami mereka. Jika mereka cenderung egois dan tamak, Setan mengambil sikap di pihak mereka, dan dengan segenap kuasanya berusaha menuntun mereka untuk menuruti dosa-dosa mereka yang mengganggu. Anugerah Tuhan dan terang kebenaran mungkin bisa meluluhkan sedikit perasaan mereka yang tamak dan egois, namun jika mereka tidak memperoleh kemenangan penuh, Setan akan datang ketika mereka tidak berada di bawah pengaruh penyelamatan dan melenyapkan setiap prinsip yang mulia dan murah hati, dan mereka berpikir bahwa terlalu banyak yang dituntut dari mereka. Mereka menjadi bosan dengan perbuatan baik dan melupakan pengorbanan besar yang dilakukan Yesus untuk menebus mereka dari kuasa Setan dan dari kesengsaraan yang tiada harapan. EW 267.1

Satan took advantage of the covetous, selfish disposition of Judas and led him to murmur when Mary poured the costly ointment upon Jesus. Judas looked upon this as a great waste, and declared that the ointment might have been sold and given to the poor. He cared not for the poor, but considered the liberal offering to Jesus extravagant. Judas prized his Lord just enough to sell Him for a few pieces of silver. And I saw that there were some like Judas among those who profess to be waiting for their Lord. Satan controls them, but they know it not. God cannot approve of the least degree of covetousness or selfishness, and He abhors the prayers and exhortations of those who indulge these evil traits. As Satan sees that his time is short, he leads men on to be more and more selfish and covetous, and then exults as he sees them wrapped up in themselves, close, penurious, and selfish. If the eyes of such could be opened, they would see Satan in hellish triumph, exulting over them and laughing at the folly of those who accept his suggestions and enter his snares. EW 268.1

Setan mengambil keuntungan dari watak Yudas yang tamak dan egois dan membuatnya menggerutu ketika Maria menuangkan minyak narwastu yang mahal kepada Yesus. Yudas memandang hal ini sebagai pemborosan besar, dan menyatakan bahwa minyak urapan itu mungkin saja dijual dan diberikan kepada orang miskin. Ia tidak mempedulikan orang miskin, namun menganggap persembahan berlimpah kepada Yesus adalah hal yang berlebihan. Yudas cukup menghargai Tuhannya untuk menjual Dia seharga beberapa keping perak. Dan aku melihat ada beberapa orang seperti Yudas di antara mereka yang mengaku menantikan Tuhannya. Setan mengendalikan mereka, tetapi mereka tidak mengetahuinya. Tuhan tidak menyetujui sedikit pun ketamakan atau keegoisan, dan Dia membenci doa dan nasihat orang-orang yang menuruti sifat-sifat jahat ini. Ketika Setan melihat bahwa waktunya singkat, dia menuntun manusia untuk menjadi semakin egois dan tamak, dan kemudian bersuka ria ketika dia melihat mereka sibuk dengan diri mereka sendiri, tertutup, pelit, dan egois. Jika mata orang-orang seperti itu bisa dibuka, mereka akan melihat Setan dalam kemenangan besar, bersuka ria atas mereka dan menertawakan kebodohan orang-orang yang menerima sarannya dan memasuki jeratnya. EW 268.1

Satan and his angels mark all the mean and covetous acts of these persons and present them to Jesus and His holy angels, saying reproachfully, “These are Christ's followers! They are preparing to be translated!” Satan compares their course with passages of Scripture in which it is plainly rebuked and then taunts the heavenly angels, saying, “These are following Christ and His Word! These are the fruit of Christ's sacrifice and redemption!” Angels turn in disgust from the scene. God requires a constant doing on the part of His people; and when they become weary of well-doing, He becomes weary of them. I saw that He is greatly displeased with the least manifestation of selfishness on the part of His professed people, for whom Jesus spared not His own precious life. Every selfish, covetous person will fall out by the way. Like Judas, who sold his Lord, they will sell good principles and a noble, generous disposition for a little of earth's gain. All such will be sifted out from God's people. Those who want heaven must, with all the energy which they possess, be encouraging the principles of heaven. Instead of withering up with selfishness, their souls should be expanding with benevolence. Every opportunity should be improved in doing good to one another and thus cherishing the principles of heaven. Jesus was presented to me as the perfect pattern. His life was without selfish interest, but ever marked with disinterested benevolence. EW 268.2

Setan dan para malaikatnya menandai semua tindakan jahat dan tamak dari orang-orang ini dan menyajikannya kepada Yesus dan para malaikat suci-Nya, sambil berkata dengan nada mencela, “Mereka adalah pengikut Kristus! Mereka sedang bersiap untuk diangkat kesurga!” Setan membandingkan tindakan mereka dengan ayat-ayat Kitab Suci yang jelas-jelas menegurnya dan kemudian mengejek malaikat-malaikat surgawi, dengan mengatakan, “Mereka ini mengikuti Kristus dan Firman-Nya! Inilah buah pengorbanan dan penebusan Kristus!” Malaikat menjadi jijik dari tempat kejadian. Tuhan menuntut tindakan terus-menerus dari umat-Nya; dan ketika mereka lelah dengan perbuatan baik, Dia menjadi lelah dengan mereka. Saya melihat bahwa Dia sangat tidak senang dengan sedikit pun manifestasi keegoisan di pihak yang mengaku umat-Nya, yang bagi mereka Yesus tidak menyia-nyiakan nyawa-Nya yang berharga. Setiap orang yang egois dan tamak akan tersingkir. Seperti Yudas yang menjual Tuhannya, mereka akan menjual prinsip-prinsip yang baik dan watak yang mulia dan murah hati demi sedikit keuntungan bumi. Semua hal seperti itu akan ditampi dari umat Tuhan. Mereka yang menginginkan surga harus, dengan segenap tenaga yang mereka miliki, mendorong prinsip-prinsip surga. Daripada menjadi layu karena keegoisan, jiwa mereka harusnya berkembang dengan kebajikan. Setiap kesempatan hendaknya ditingkatkan dalam berbuat baik satu sama lain dan dengan demikian menjunjung tinggi prinsip-prinsip surga. Yesus disajikan kepada saya sebagai pola yang sempurna. Hidupnya tanpa kepentingan egois, namun selalu ditandai dengan kebajikan tanpa pamrih. EW 268.2


Prinsip yang harus direnungkan dan dipraktekkan : 

1. DI SAAT pertemuan yang dipimpin oleh HAMBA TUHAN, selalu ada SETAN dan para malaikat untuk menghalangi pekerjaan TUHAN DITEMPAT pertemuan tersebut. APA YANG SETAN LAKUKAN DI TEMPAT PERTEMUAN : 

        -    Memberikan saran-saran yang tidak baik ke pikiran umat Tuhan yang sedang menghadiri pertemuan yang dipimpin oleh hamba Tuhan. 

        -    Setan mengunakan cara yang berbeda-beda untuk tiap orang dan selalu mengambil keuntungan dari sifat-sifat jahat, nafsu dan amarah mereka dan menuntun mereka untuk menuruti dosa-dosa mereka.

2. ANUGERAH TUHAN [grace] dan kebenaran meluluhkan sedikit sikap-sikap tamak dan egois manusia, tetapi MANUSIA harus memiliki kemenangan PENUH terhadap sikap-sikap tersebut, maka SETAN AKAN DATANG ketika manusia tidak berada di bawah pengaruh yang menyelamatkan dan melenyapkan prinsip-prinsip mereka yang mulia dan agung dan KETIKA MEREKA DIBAWAH PENGARUH SETAN yang terjadi adalah : 

        -    Terlalu banyak yang dituntun dari mereka

        -     Mereka bosan dengan perbuatan baik 

        -     Mereka lupa pengorbanan yang KRISTUS lakukan untuk menebus mereka. 

3. Contoh yang tidak menaklukkan sifat TAMAK dan EGOISNYA adalah YUDAS, sehingga Setan menguasai Yudas dan menjual GURUNYA dengan beberapa kepik perak. Dan ada orang yang seperti YUDAS diantara orang yang mengaku menanti kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, dan orang-orang yang tidak mau menaklukkan SIFAT tamak dan egois ini, sedang dikuasai SETAN tanpa mereka ketahui. Dan Tuhan tidak menyetujui sikapnya dan membenci semua nasihat-nasihat mereka dan doa-doa mereka yang masih melakukan kejahatan ini. 

4. Setan tau waktunya singkat dan dia akan menuntun manusia untuk SEMAKIN EGOIS dan TAMAK dan DIA BERSUKARIA jika manusia semakin sibuk dengan DIRINYA SENDIRI, TERTUTUP, PELIT dan EGOIS. Jika mata orang-orang ini dapat dibukakan mereka akan melihat setan bersukaria dan memperoleh kemenangan besar, melihat KEBODOHAN orang-orang yang menerima saran atau jeratnya. 

5. Ketika ada umat TUHAN YANG BERBUAT JAHAT SETAN AKAN datang kepada YESUS DAN PARA MALAIKATNYA dengan berkata sambil mengejek : 

        -   "MEREKA adalah PENGIKUT KRISTUS, MEREKA YANG BERSIAP-SIAP mau diangkat ke surga." 

        -    "MEREKA MENGIKUT KRISTUS dan FIRMANNYA, inilah buah pengorbanan KRISTUS." 

6. TUHAN TIDAK SENANG dengan orang-orang yang melakukan hal-hal yang jahat [tamak dan egois] dan malaikat merasa jijik melihat tempat kejadian perbuatan kejahatan, dan orang-orang yang masih melakukan kejahatan ini akan tersingkir. Dan mereka seperti YUDAS akan menjual TUHAN YESUS, dan sekarang mereka akan menjual PRINSIP-PRINSIP SURGA dan KARAKTER SURGA untuk keuntungan hal-hal yang ada di bumi. 

7. MEREKA yang menginginkan SURGA, ketika di dunia harus didorong kehidupannya dengan prinsip-prinsip surga. JANGANLAH JIWA MENJADI LAYU dalam keegoisan, tetapi harus mencari kesempatan untuk berbuat baik terhadap sesama dan mempraktekkan prinsip-prinsip surga. DAN YESUSLAH yang harus menjadi POLA YANG SEMPURNA bagi mereka. 


a more sure word of prophecy


Posting Komentar untuk "37 - Yang Setan Lakukan Ketika Umat Tuhan Berbuat Jahat"