APA ARTINYA UNDER THE LAW DI ROMA 6:14?
Hello everyone. Di dalam video ini kita akan pelajari apa artinya under the law?
Video ini dibuat karena ada orang-orang yang mengajarkan bahwa arti under the law adalah under no obligation to keep the law, setelah Kristus mati di kay salib. Jadi, apakah Rasul Paulus mengajarkan bahwa under the law, artinya under no obligation to keep the law
atau bahasa Indonesianya tidak diwajibkan untuk menurut hukum? Bagaimana kalau kita izinkan saja firman Tuhan itu sendiri yang mengartikan arti under the law agar kita tidak perlu menebak-nebak artinya, karena manusia bukan terang yang menerangi jalan, tetapi firman Tuhanlah terang yang menerangi jalan yang lurus dan sempit. [1:00] Yang mana di ujung jalan itu adalah kehidupan kekal.
Di Roma 6 ayat 14 dikatakan, "Dosa tidak akan berkuasa di atas kamu karena kamu tidak berada di bawah hukum."
Rasul Paulus katakan untuk berada di bawah hukum ialah untuk berada di bawah kuasa dosa.
Artinya untuk tidak berada di bawah hukum ialah untuk tidak berada di bawah kuasa dosa.
Dengan kata lain, orang yang tidak ada di bawah kuasa dosa adalah orang yang tidak berdosa.
Dan kita tahu untuk tidak berdosa ialah untuk menurut hukum Tuhan, karena dosa adalah pelanggaran hukum Tuhan.
Artinya untuk tidak berdosa ialah untuk tidak melanggar hukum Tuhan, karena orang itu berada di bawah grace.
Oleh sebab itu, orang yang berada di bawah grace adalah dia yang tidak melanggar hukum Tuhan.
[2:00] Dan oleh sebab itu orang itu tidak berdosa, karena dosa tidak berkuasa di atas orang itu.
Dia yang tidak berada di bawah kuasa dosa adalah Dia yang tidak berada di bawah hukum. Karena dia berada di bawah grace.
Grace adalah kekuatan dan kuasanya Kristus yang sanggup menyelamatkan siapa saja yang berada di bawah kuasa dosa untuk berhenti berdosa. Dan karena yang menyelamatkan orang berdosa dari dosa-dosanya adalah Kristus, artinya kuasa grace itu adalah Kristus.
Siapa saja yang diselamatkan dari dosa adalah mereka yang menurut hukum Tuhan.
Artinya orang yang menurut hukum Tuhan adalah orang yang tidak berada di bawah hukum karena dia berada di bawah grace.
Sekarang saya mau baca lagi Roma 6 ayat 14. Dosa tidak lagi berkuasa atas orang yang berada di bawah kuasa grace. Dan oleh sebab itu, orang yang tidak melanggar hukum tidak berada di bawah hukum.
[3:00] Artinya untuk berada di bawah hukum ialah untuk melanggar hukum.
Karena untuk tidak melanggar hukum ialah untuk tidak berada di bawah hukum.
Sekarang kita mau cari tahu apa hukum yang tanpa kuasa grace manusia berada di bawahnya, tetapi dengan kuasa grace manusia tidak berada di bawahnya.
Di Roma 3 ayat 20 dikatakan dosa hanya dapat dikatakan dosa melalui hukum. Dengan kata lain, tanpa hukum tidak ada dosa, karena dosa hanyalah dosa jika hukum Tuhan dilanggar. Hukum adalah standar kebenaran seperti cermin. Mengungkapkan kotoran di wajah orang yang berdiri di depan cermin. Demikian juga dengan hukum.
Rasul Paulus katakan di Roma 7 ayat 7, "Dia tidak tahu apa itu dosa kecuali melalui hukum. Hukum yang mengatakan not covet adalah [4:00] hukum yang menyatakan dosa itu dosa. Dan kita tahu hukum itu adalah 10 hukum.
Dosa hanya dapat dinyatakan dosa melalui hukum yang baik. Agar yang tidak baik, yaitu dosa akan dengan jelas kelihatan sebagai yang tidak baik melalui hukum yang baik. Dosa yang tidak baik tidak bisa dinyatakan tidak baik tanpa hukum yang baik. Dosa hanya dapat dinyatakan sebagai dosa melalui hukum yang baik.
Contohnya kita bisa lihat di Yohanes 8 waktu orang-orang Farisi membawa ke hadapan Tuhan Yesus seorang wanita yang kedapatan berzinah. Kita tahu hukum ketujuh dari 10 hukum mengatakan, "Jangan kamu berzinah."
Tentu saja mereka tidak akan membawa seseorang yang tidak melanggar hukum. Karena dosa adalah pelanggaran hukum Tuhan dan upah dosa adalah kematian bagi yang telah melanggar hukum Tuhan.
Jadi orang-orang Farisi mengatakan kepada Tuhan Yesus, Musa di dalam hukum [5:00] memerintahkan bahwa seseorang yang kedapatan berzinah perlu dilempari batu. Karena upah dosa, yaitu melanggar hukum Tuhan adalah kematian.
Wanita ini dituduh hukum sebagai pelanggar hukum. Dan oleh sebab itu wanita ini patut mati.
Wanita ini berada di bawah kuasa dosa. Dia sekarang berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum. Dan oleh sebab itu dia patut dihukum mati.
Lalu Kristus dengan jarinya menuliskan dosa-dosa mereka di tanah, yaitu orang-orang Farisi ini dan mengatakan kepada mereka, "Dia yang tidak ada dosa, biarlah dia yang pertama melempari wanita ini dengan batu."
Mereka yang tadinya menggebuh-gebuh untuk melempari wanita ini dengan batu, sekarang mereka satu persatu tinggalkan tempat itu sampai hanya tertinggal wanita ini saja dengan Tuhan Yesus.
Lalu Tuhan Yesus tanyakan kepada wanita ini, [6:00] "Di mana mereka yang menuduh kamu tadi? Tidak adakah yang menuduh kamu?"
Mereka tadi menuduh wanita ini dengan menggunakan hukum Tuhan karena wanita ini telah melanggar hukum Tuhan. Seandainya wanita ini tidak melanggar, tentu saja mereka tidak akan menuduh wanita ini dan menuntut nyawanya.
Kita tahu setanah si penuduh itu yang menuduh wanita ini melalui orang-orang Farisi.
Khususnya setelah dia berhasil untuk menggoda dan menjatuhkan wanita ini ke bawah kuasa dosa yang menyebabkan wanita ini sekarang berada di bawah hukum. Setan tidak bisa menuduh wanita ini kalau wanita ini tidak melanggar hukum Tuhan. Dan oleh sebab itu dia menggoda wanita ini untuk melanggar hukum Tuhan.
Sebagaimana setan juga menggoda Hawa untuk melanggar hukum Tuhan.
Dan setelah Hawa berdosa, dia katakan Hawa harus mati karena Hawa telah melanggar hukum Tuhan.
[7:00] Wanita ini sekarang berada di bawah kuasa dosa. Sebagaimana Hawa juga setelah dia berdosa berada di bawah kuasa dosa.
Wanita ini sekarang berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum. Dan oleh sebab itu, Hawa harus mati sebagaimana wanita ini pun harus mati.
Wanita ini sekarang berada di bawah kuasa dosa karena dia sekarang berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum atau under the law.
Setan menggunakan hukum Tuhan sebagai kekuatan tuduhannya terhadap orang berdosa. Dia menginginkan kita semua dibinasakan bersama-sama dengan Dia dan para malaikatnya. Waktu Dia mengatakan, "Manusia telah melanggar hukum. Dan oleh sebab itu semua manusia berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum yang mana upahnya adalah kematian kekal."
Lalu wanita ini menjawab dengan mengatakan, "Tidak ada Tuan." Dengan kata lain, tidak ada yang menuduh aku. Yang tadi menuduh dan menuntut nyawa wanita ini melalui hukum yang telah dilanggar, telah juga dituduh hukum sebagai pelanggar hukum. Dan oleh sebab itu patut juga dilempari batu sampai mati.
Wanita ini bersama-sama dengan orang-orang Farisi berada di bawah kuasa dosa dan juga berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum atau under the law dan juga semuanya patut dilempari batu. Semua under the dominion of sin. Semua under the law. Dan semua membutuhkan kuasa grace agar dosa tidak berkuasa di atas kita atau have dominion over us.
Agar mereka semua tidak under the condemnation of the law
jika mereka berada di bawah kuasa grace.
Lalu Kristus katakan kepada wanita ini yang adalah lambang gereja yang telah ditipu setan, "Aku juga tidak condemn kamu." Untuk tidak di-condemn ialah untuk tidak berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum, karena dosanya telah diampuni [9:00] oleh Kristus yang memikul dosa dunia di kayu salib.
Lalu Kristus katakan kepada wanita ini, "Aku juga tidak menuduh kamu sebagai pelanggar hukum. Kamu sekarang tidak berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum. Kamu sekarang tidak berada under the law; neither do I condemn you.
Dan oleh sebab itu, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.
Karena dosa tidak berkuasa di atas kamu. Karena kamu tidak dituduh hukum sebagai pelanggar hukum.
Oleh sebab itu, kamu sekarang tidak perlu untuk berdosa lagi karena kamu sekarang berada di bawah kuasa grace, yaitu kuasanya Kristus. yang menyanggupkan kamu untuk tidak melanggar hukum lagi.
Go and sin no more artinya, sekarang peliharalah hukum-hukumku melalui kuasa grace. Grace adalah kuasa Tuhan yang menyanggupkan kita untuk tidak berdosa lagi. Karena melalui Kristus dosa kita telah diampuni.
[10:00] Hukum Tuhan tidak menduduk kita sebagai pelanggar hukum, karena Kristus sudah memikul dosa-dosa kita di kayu salib penghinaan itu,
jika kita mengakui dosa-dosa kita dan percaya bahwa dengan kuasa firman Tuhan atau grace, kita bisa go and sin no more.
Sekarang saya mau baca Roma 6:14 lagi dengan mengaplikasikan cerita wanita di Yohanes 8.
Waktu wanita ini berzina, dia melanggar hukum Tuhan.
Dan oleh sebab itu dia sekarang berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum. She is now under the condemnation of the law.
Dan karena dosa adalah pelanggaran hukum Tuhan, oleh sebab itu, wanita ini sekarang berada di bawah kuasa dosa. Sin has dominion over her.
Tapi setelah dosanya diampuni Kristus, wanita ini sekarang tidak berada di bawah tuduhan hukum lagi sebagai pelanggar hukum. She is no longer under the condemnation of the law.
Karena dia sekarang berada di bawah kuasa grace yang [11:00] menyanggupkan dia untuk tidak berdosa lagi. She is now under grace.
Dan karena sekarang dia berada di bawah kuasa grace, dia tidak perlu untuk berdosa lagi sehingga dosa tidak perlu lagi untuk berkuasa di atas dirinya. Sin shall have no dominion over her.
Jadi sangat jelas bahwa under the law bukan artinya tidak berada di bawah kewajiban hukum untuk menurut hukum karena hukum Tuhan sudah dipakukan ke kayu salib waktu Kristus mati di kayu salib. Sama sekali bukan itu artinya. Tapi artinya sekarang orang itu tidak berada di bawah tuduhan hukum sebagai pelanggar hukum. Karena dengan kuasa grace, dia tidak perlu untuk berdosa lagi sehingga dia sekarang tidak berada di bawah kuasa dosa lagi. Karena sekarang dia berada di bawah kuasa grace. Itulah arti dari ayat Roma 6:14. May the truth set us free. To God be the glory.
a more sure word of prophecy
.jpg)
Posting Komentar untuk " APA ARTINYA UNDER THE LAW DI ROMA 6:14?"
Posting Komentar