170326 -

 Cara menjelaskan CEREMONIAL LAW : 

DIMULAI DARI SEBELUM ADA DOSA : 

Tuhan memberikan HUKUM yang adalah nafasNYA yang adalah kehidupan.

Dan kalau MENOLAK KEHIDUPAN = KEMATIAN 

KEHIDUPAN YANG DIBERIKAN 100% - DITOLAK KEHIDUPAN 100% - KEMATIAN 100%.

KENAPA dbandingkannya satu banding satu? 

Adam sebelum ada nafas kehidupan 0% hidup.

Dan yang membuat dia hidup 100% keluar dari mulut Tuhan.

Dan kalau melanggar hukum Tuhan 100% mati [KEMBALI KE DEBU TANAH].

Untuk hidup menerima yang keluar dari mulut dan Tuhan dan untuk mati karena melanggar yang keluar dari mulut Tuhan. 

Kalau HIDUP karena menerima FIRMAN, masuk akal kalau MATI karena menolak FIRMAN. 


Waktu hidup dan mati 100% - berhubungan dengan HUKUM.

Artinya tidak bisa ada hukum yang lain karena sudah hidup dan mati 100%.

TIDAK ADA HUKUM LAIN yang perlu dilanggar untuk menghasilkan kematian, karena MATINYA 100%, kalau ada hukum yang lain yang kalau dilanggar menghasilkan kematian, artinya kematiannya harus 200%.


Orang yang HIDUP - HIDUPNYA 100% sebelum dia mati, dan FIRMAN TUHAN yang membuat dia hidup 100%. Artinya sebelum diciptakan 100% tidak ada kehidupan [mati]. Demikian juga kalau mereka melanggar HUKUM - mereka matinya 100% sama seperti sebelum dia ada kehidupan.

Dan kalau melanggar baru mati 100%.

Kalau mati 75% artinya HUKUMNYA belum 100%, dan harus ditambahkan hukum lain untuk matinya 100%. 

KALAU MATINYA SUDAH 100%, WALAUPUN ada hukum yang lain, ini bukan bagian dari hukum yang dilanggar menghasilkan kematian 100%.

Artinya HUKUM LAINNYA itu sudah pasti bukan MORAL LAW.


KEMATIAN Tuhan Yesus sudah mencakup semua orang punya kematian.

Apakah KEHIDUPAN TUHAN YESUS ada batasnya, SEHINGGA ada titik tertentu dimana dosa manusia orang berdosa tidak bisa dibayar? 

Tidak bisa. 

Kehidupan Tuhan Yesus 100% - dan waktu DIA MATI - kehidupannya masih 100%. 

Jika ORANG BERDOSA; Tuhan Yesus bisa cover dosa itu - agar memiliki kehidupan kekal. 


HUKUM 

Tolong deskripsikan HUKUM setelah ada dosa? 

Ada ynag mati [tuntutan MATI dari hukum moral, sehingga yang mati tidak mati dan yang mati bukan yang seharusnya mati].

Dan hukum moral dan hukum yang ada setelah dosa : TIDAK SAMA.

Kenapa penting untuk dibilang TIDAK SAMA? 

Karena moral law sudah sempurna, sehingga tidak perlu disamakan dengan hukum lain. 


APA HUKUM INI? 

HUKUM INI ADA :

Supaya yang mati tidak mati, tetapi tetap ada yang mati.

Kalau tidak ada hukum ini, YANG MATI HARUS MATI, kelar cerita.

KENAPA HARUS ADA HUKUM INI? 

Dengan yang mati harus mati, lalu digantikan.

Artinya TUHAN TIDAK MAU YANG HARUS MATI - MATI.

Tetapi yang harus mati itu hasil dari berdosa.

Waktu DIA TIDAK MATI tujuan TUHAN waktu mereka tidak mati adalah untuk Dia tidak berdosa lagi. 

Waktu dia tidak mati, TUHAN MEMBERIKAN KESEMPATAN buat mereka supaya tidak berdosa.

Berdasarkan PERNYATAAN itu - FUNGSINYA hukum ini adalah untuk DIA TIDAK BERDOSA LAGI. 

Inilah buktinya KEHIDUPAN ini adalah untuk tidak berdosa lagi. 


BAGAIMANA ORANG YANG BERDOSA YANG HARUSNYA MATI DIIZINKAN UNTUK TIDAK MATI SEHINGGA TIDAK BERDOSA LAGI SEHINGGA TIDAK MATI? 

Tetapi untuk tidak usah mati - bukan artinya UPAH DOSA BUKAN KEMATIAN, karena kematian itu sudah di cover oleh yang tidak seharusnya mati, mati.

Bagaimana CARANYA UNTUK DIA TIDAK BERDOSA disaat diberikan kesempatan tidak mati? 

UNTUK BENEFIT atau untuk berterimakasih, untuk melihat yang MATI MENGGANTIKAN DIA.

ARTINYA hukum ini setelah DIA BERDOSA, sangatlah dibutuhkan. [Dan ini tidak bisa moral law].

Karena TUJUAN MORAL LAW untuk di obey. 

Dan dengan melihat yang mati melalui HUKUM INI - kamu bisa menurut MORAL LAW.

Apakah tambahan hukum ini MORAL LAW? BUKAN. 

Artinya kematian yang menggantikan orang mati, adalah SOROTAN yang harus dilihat orang yang harusnya mati, sehingga waktu kamu tidak mati, kamu bisa menurut kembali hukum moral.

JADI hidup ini adalah kesempatan. 

Jangan sudah mau mati : BARU TANYA APA KESEMPATANNYA? 

Jangan tunggu sudah tua pincang baru dedikasikan KEHIDUPAN KEPADA TUHAN. 

Jadi bukan cuma mengerti ADA HUKUM YANG LAIN, tetapi pentingnya hukum yang lain ini.

KEHIDUPAN ini adalah untuk BISA MENURUT MORAL LAW, tetapi di dalam kehidupan ini kita malah rampok tujuan kehidupan ini untuk bukan MENURUT MORAL LAW.


ORANG DISELAMATKAN oleh TUHAN YESUS bukan ceremonial law.

Karena Tuhan Yesus tidak langsung mati - harus ada yang menggantikan kematianNya yang melambangkan TUHAN YESUS MATI. Dan harus percaya kepada yang belum mati, melalui lambang yang mati.



Posting Komentar untuk "170326 - "