260426 - Melangkah Dalam Terang Kebenaran



PRINSIP KESELAMATAN
  • Kita harus tau yang benar, karena sungguh-sungguh salah tetap saja hilang. Karena Tuhan tidak bisa membenarkan kita kalau kita ada kesempatan tetapi tidak cari tau yang benar. 
  • Kebenaranlah yang sanctify, karena tidak ada unsur yang salah yang dapat sanctify kita.

1Co 8:2  And if any man think that he knoweth any thing, he knoweth nothing yet as he ought to know. 
  • Kalau ada orang pikir dia tau sesuatu, sebenarnya dia tidak tau apa-apa. Dan pengetahuan itu meningkat, dan pengetahuan yang saya tau itu jembatan untuk tau pengetahuan berikutnya. 


Some of us have had time to get the truth and to advance step by step, and every step we have taken has given us strength to take the next. But now time is almost finished, and what we have been years learning, they will have to learn in a few months. They will also have much to unlearn and much to learn again. Those who would not receive the mark of the beast and his image when the decree goes forth, must have decision now to say, Nay, we will not regard the institution of the beast. EW 67.2

Kita punya waktu untuk mendapatkan kebenaran dan maju terus langkah demi langkah. Langkah pertama memberi kekuatan untuk langkah berikutnya. Waktu sekarang harus melangkah untuk kita bisa melangkah di periode berikutnya yang mana apinya lebih berat, karena kita tidak bisa melangkah nanti karena keadaannya akan lebih berat. Dimana instruksi nanti akan berbeda dengan sekarang, dan tidak bisa maju karena kita tidak melakukan instruksi dimasa yang sebelumnya. Jadi kalau kita tidak melangkah sekarang, jangan harap nanti kita dapat menurut di masa yang berikut di krisis yang lebih berat. Jadi melangkah atau menurut sekarang membuat kita menurut di masa yang lebih sulit di depan.

Waktu sudah mau habis, dan waktu berjalan terus. Dan apa yang saya sudah pelajari bertahun-bertahun, mereka yang tidak melangkah disaat mereka perlu melangkah, bisa saja bertahun-tahun baru bisa melangkah. Dan kalau sekarang tidak melangkah dalam bertahun-tahun, harus melangkah dalam berbeberapa bulan saja. Kalau bertahun-tahun gagal apalagi berbulan-bulan.

Dan dari yang mereka pelajari banyak yang harus tidak dipelajari dan dipelajari kembali. Yang membuat saya sulit melangkah adalah kalau saya tidak ada iman. Kalau saya bilang itu sulit, tidak ada iman. Dan tidak bisa di masa krisis tiba-tiba saya bisa bikin apa yang benar.

Kalau mereka tidak mau menerima tanda binatang dan image - di periode nanti. Yang tidak menerima nanti, yang tadi nanti, dan sekarang jalan, dan besok jalan, dan di image of the beast jalan terus. Kalau di dispensasi sekarang tidak jalan, dimana iman masih disini, dan IOB butuh iman sudah advance, bagaimana bisa berjalan nanti di image of the beast. 

Kalau sekarang saya tidak mau menerima tanda binatang nanti.  Tetapi saya tidak mau menurut sekarang, sehingga waktu nanti walaupun tidak mau tetap terima. Kalau nanti saya tidak mau menerima IOB, harus ambil keputusan sekarang untuk menurut. Saya harus tanya kepada diri sendiri apakah saya nanti menerima tanda binatang? Untuk menjawab itu adalah apakah sekarang saya menurut terang yang Tuhan berikan? Apa saja yang Tuhan perintahkan harus saya buat, untuk saya bilang TIDAK nanti kepada image of the beast.

 

The question has been asked me, “Do you think that the Lord has any more light for us as a people?” I answer that He has light that is new to us, and yet it is precious old light that is to shine forth from the Word of truth. We have only the glimmerings of the rays of the light that is yet to come to us. We are not making the most of the light which the Lord has already given us, and thus we fail to receive the increased light; we do not walk in light already shed upon us. 1SM 401.2

Tidak ada terang baru yang tidak ada sebelumnya. Berbeda dengan IOB mereka tidak hadapi dulu, tetapi intensitasnya sama, walaupun IOB mereka dalam bentuk yang lain. Jadi intensitas imannya sama, walaupun cara pengungkapan imannya berbeda. 

Terang yang kita miliki sekarang adalah terang yang redup artinya kita belum memiliki terang yang sepenuhnya. Dan belum memiliki terang sepenuhnya, bukan artinya ada terang yang baru, tetapi pengertian terang yang sepenuhnya. 

Kenapa terang kita tidak bertambah? Karena kita menghidupkan terang yang Tuhan sudah berikan. Kalau kita tidak menurut pada awalnya karena kita tidak tau terangnya. Karena positifnya kita mau menurut terang. 

Kenapa orang tidak mau buat yang benar? Karena takut sesuatu, seakan-akan tidak ada Tuhan. Dan kalau tidak buat karena takut, artinya pengetahuan kebenaran itu cuma pengetahuan intelektual saja.

 

Only those who are living up to the light they have will receive greater light. Unless we are daily advancing in the exemplification of the active Christian virtues, we shall not recognize the manifestations of the Holy Spirit in the latter rain. It may be falling on hearts all around us, but we shall not discern or receive it. TM 507.1

Hanya [orang tertentu saja] orang yang menghidupkan terang akan menerima terang yang lebih besar. Kecuali kita maju terus [menghidupkan terang yang ada sekarang] kita tidak akan menyadari kalau latter rain dicurahkan. 

Bisa saja latter rain dicurahkan di sekitar kita tetapi kita tidak tau kalau itu latter rain.  Kalau saya harusnya maju disaat saya harus maju saya tidak akan menerima latter rain. 


Act 2:1  And when the day of Pentecost was fully come, they were all with one accord in one place. 
Act 2:2  And suddenly there came a sound from heaven as of a rushing mighty wind, and it filled all the house where they were sitting. 
Act 2:3  And there appeared unto them cloven tongues like as of fire, and it sat upon each of them. 
Act 2:4  And they were all filled with the Holy Ghost, and began to speak with other tongues, as the Spirit gave them utterance. 
Act 2:5  And there were dwelling at Jerusalem Jews, devout men, out of every nation under heaven. 
Act 2:6  Now when this was noised abroad, the multitude came together, and were confounded, because that every man heard them speak in his own language. 
Act 2:7  And they were all amazed and marvelled, saying one to another, Behold, are not all these which speak Galilaeans? 
Act 2:8  And how hear we every man in our own tongue, wherein we were born? 
Act 2:9  Parthians, and Medes, and Elamites, and the dwellers in Mesopotamia, and in Judaea, and Cappadocia, in Pontus, and Asia, 
Act 2:10  Phrygia, and Pamphylia, in Egypt, and in the parts of Libya about Cyrene, and strangers of Rome, Jews and proselytes, 
Act 2:11  Cretes and Arabians, we do hear them speak in our tongues the wonderful works of God. 
Act 2:12  And they were all amazed, and were in doubt, saying one to another, What meaneth this? 
Act 2:13  Others mocking said, These men are full of new wine. 
Act 2:14  But Peter, standing up with the eleven, lifted up his voice, and said unto them, Ye men of Judaea, and all ye that dwell at Jerusalem, be this known unto you, and hearken to my words: 
Act 2:15  For these are not drunken, as ye suppose, seeing it is but the third hour of the day. 
Act 2:16  But this is that which was spoken by the prophet Joel; 

Mereka bisa berbicara dengan bahasa-bahasa yang berbeda. Walaupun mereka dibilang orang mabuk. Tetapi ini bukan mabuk, karena tidak ada yang mabuk pagi hari, tetapi ini penggenapan buku joel. 

 

Joe 2:28  And it shall come to pass afterward, that I will pour out my spirit upon all flesh; and your sons and your daughters shall prophesy, your old men shall dream dreams, your young men shall see visions:  

Nubuatannya sons and daughters akan bernubuat, digenapi di Acts 2. Sebagaimana Peter tau mereka mendapatkan Latter rain, begitu juga kita akan tahu kalau kita akan mendapatkan latter rain. 

Dan dikutipan bilang kalau kita tidak maju dalam setiap langkah terang yang Tuhan berikan, kita tidak akan mengetahui LATTER RAIN itu jatuh. Dan akan bilang orang-orang yang menerima latter rain adalah orang-orang mabuk. 

Kenapa orang tidak maju? Karena ada sesuatu yang mereka takuti, dan yang mereka takuti itu bukan "takut kehidupan kekal" tetapi takut akan kehilangan kehidupan sementara saja. Padahal yang mereka pikirkan itu bukan kehidupan kekal, mereka lupa akan Matius 6:33 dan walaupun tau itu ayat benar, tetapi tidak percaya akan ayat tersebut. 

Walaupun kita mengenal latter rain, belum tentu menerima SEAL, karena harus tembus dulu ujian image of the beast. Dan latter rain itu juga mematangkan LALANG. Jadi kita bisa menerima latter rain untuk mematang lalang. Harus ada ancaman kematian dulu, baru bisa ada gandum yang murni.  



Posting Komentar untuk "260426 - Melangkah Dalam Terang Kebenaran"