Ep 2 : Hati Tanpa Kasih Bapa
.jpg)
No matter how high the profession, he whose heart is not filled with love for God and his fellowmen is not a true disciple of Christ. Though he should possess great faith and have power even to work miracles, yet without love his faith would be worthless. He might display great liberality; but should he, from some other motive than genuine love, bestow all his goods to feed the poor, the act would not commend him to the favor of God. In his zeal he might even meet a martyr’s death, yet if not actuated by love, he would be regarded by God as a deluded enthusiast or an ambitious hypocrite.–The Acts of the Apostles, pp. 318, 319.
Perenungan :
Kasih kepada Bapa dan sesama adalah inti paling utama dari iman seorang murid Kristus sejati. Tanpa adanya kasih yang tulus, segala bentuk pencapaian spiritual dan tindakan lahiriah menjadi tidak berarti di hadapan Bapa, termasuk:
Iman yang besar atau kemampuan melakukan mukjizat.
Kemurahan hati dan kedermawanan yang didorong oleh motif lain (bukan kasih sejati).
Pengorbanan diri yang ekstrem, bahkan sampai mati syahid (martir).
Allah melihat ketulusan hati dan motivasi kasih di balik setiap tindakan, bukan sekadar kehebatan iman atau pengorbanan luar yang tampak hebat namun kosong dari kasih.
A cold, legal religion can never lead souls to Christ; for it is a loveless, Christless religion. When fastings and prayers are practiced in a self-justifying spirit, they are abominable to God. The solemn assembly for worship, the round of religious ceremonies, the external humiliation, the imposed sacrifice–all proclaim to the world the testimony that the doer of these things considers himself righteous. These things call attention to the observer of rigorous duties, saying, This man is entitled to heaven. But it is all a deception. Works will not buy for us an entrance into heaven. The one great Offering that has been made is ample for all who will believe.–The Review and Herald, March 20, 1894.
Perenungan :
Agama yang dingin, legalistik, dan berfokus pada pembenaran diri tidak memiliki nilai di hadapan Allah dan tidak dapat menyelamatkan jiwa.
Yang harus kita renungkan dari kutipan di atas adalah :
- Kemunafikan Ritual: Aktivitas keagamaan seperti doa, puasa, ibadah khidmat, dan upacara keagamaan menjadi menjijikkan bagi Allah jika dilakukan hanya untuk pamer kesalehan atau merasa diri paling benar.
Keselamatan Bukan karena Perbuatan: Segala bentuk perbuatan baik, pengorbanan, atau kepatuhan yang ketat pada aturan tidak akan pernah bisa "membeli" jalan masuk ke surga. Itu semua hanyalah tipu daya jika dilakukan tanpa kasih dan tanpa Kristus.
Inti Keselamatan: Keselamatan sejati hanya diperoleh melalui iman kepada satu Persembahan Besar yang sudah disediakan (pengorbanan Kristus), bukan karena usaha atau kelayakan diri sendiri.

.jpg)
Posting Komentar untuk "Ep 2 : Hati Tanpa Kasih Bapa"
Posting Komentar