Ep 5 : Maukah Engkau Membuka Pintu Hatimu Kepada Kristus?
Rev 3:20 Behold, I stand at the door, and knock: if any man hear my voice, and open the door, I will come in to him, and will sup with him, and he with me.
Rev 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
“Christ is knocking at the door of the heart, seeking for entrance. Will you let Him in?”–This Day With God, p. 308.
“Kristus mengetuk pintu hati, mencari jalan masuk. Maukah kamu mempersilakan Dia masuk?” – Hari Ini Bersama Tuhan, hlm. 308.
PERENUNGAN :
"Kristus mengetuk pintu hati..."
Inisiatif dari Tuhan : Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah pribadi yang aktif mencari manusia terlebih dahulu. Dia tidak menunggu kita menjadi sempurna baru mendekat, melainkan Dia yang datang menghampiri kehidupan kita yang penuh kekurangan.
Cara yang Lembut : Mengetuk adalah tindakan yang sopan dan tidak memaksa. Yesus tidak mendobrak atau merusak "pintu" kehidupan kita. Dia menawarkan diri-Nya dengan penuh kasih dan kesabaran.
"...mencari jalan masuk."
Kerinduan akan Hubungan: Yesus tidak hanya ingin menjadi penonton di luar kehidupan kita. Dia ingin masuk ke dalam bagian terdalam dari diri kita—pikiran, emosi, keputusan, dan masalah kita—untuk memberikan kelegaan, pengampunan, dan pemulihan.
"Maukah kamu mempersilakan Dia masuk?"
Kehendak Bebas (Free Will): Bagian ini adalah sebuah pertanyaan reflektif yang menekankan tanggung jawab manusia. Tuhan memberikan kita kehendak bebas. Gagang pintu hati manusia hanya ada di bagian dalam. Artinya, hanya kita yang bisa memutuskan untuk membuka pintu tersebut atau membiarkannya tetap tertutup.
Keputusan Pribadi: Menolak atau menerima Yesus adalah pilihan pribadi yang harus diambil secara sadar oleh setiap individu.
KESIMPULAN :
Tuhan ingin kita mendengar suaraNya di tengah kebisingan dunia (kesibukan, kekhawatiran, atau ambisi), kita diajak untuk peka mendengar "ketukan" Tuhan melalui firman-Nya, melalui hati nurani, atau melalui peristiwa hidup.
Dan dengan membuka pintu berarti mengizinkan Yesus mengubah dan memimpin area-area hidup kita yang mungkin selama ini kita sembunyikan atau kuasai sendiri (seperti kekecewaan, masa lalu, atau dosa). Ketika pintu dibuka, janji-Nya adalah "makan bersama". Dalam budaya Timur kuno, makan bersama adalah simbol persekutuan yang sangat karib, intim, dan penuh perdamaian.
Kutipan ini mengingatkan kita bahwa keselamatan dan transformasi hidup dimulai dari respons kita terhadap kasih karunia Tuhan yang selalu mengetuk dan menanti di pintu hati kita. Pilihan ada di tangan kita: tetap mengunci pintu atau menyambut-Nya masuk sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
“He who would be a faithful servant of Christ must listen to the instruction of the greatest Teacher the world has ever known. His ideas and principles must be kept pure by the power of God. Every day he must learn to become more worthy of the trust committed to him. His mind must be quickened by divine power; his character uncontaminated by worldliness.”–The Signs of the Times, December 24, 1896.
“Barangsiapa ingin menjadi hamba Kristus yang setia, ia harus mendengarkan pengajaran dari Guru terbesar yang pernah dikenal dunia. Gagasan dan prinsipnya harus dijaga kemurniannya oleh kuasa Allah. Setiap hari ia harus belajar untuk menjadi lebih layak atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Pikirannya harus dihidupkan oleh kuasa ilahi; karakternya tidak tercemari oleh keduniawian.” – The Signs of the Times, 24 Desember 1896.
PERENUNGAN :
Jika kita mendengarkan suaraNya kita akan membuka pintu hati kita dan kita adalah HAMBA KRISTUS yang setia dan akan memiliki 4 hal dibawah ini :
1. Mendengarkan Pengajaran-Nya: Selalu tunduk dan belajar dari Yesus sebagai Guru terbesar.
2. Menjaga Kemurnian Prinsip: Mengandalkan kuasa Allah untuk menjaga agar pikiran dan prinsip hidup tetap murni.
3. Belajar Setiap Hari: Terus berkembang setiap hari agar semakin layak memegang kepercayaan yang Tuhan berikan.
4. Transformasi Karakter: Mengizinkan kuasa ilahi menghidupkan pikiran dan menjaga karakter agar tidak tercemar oleh pengaruh keduniawian.
Jadi kesetiaan sebagai hamba Kristus menuntut proses belajar yang konsisten setiap hari, kemurnian pikiran melalui kuasa Allah, dan karakter yang terpisah dari nilai-nilai dunia.
a more sure word of prophecy
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Posting Komentar untuk "Ep 5 : Maukah Engkau Membuka Pintu Hatimu Kepada Kristus? "
Posting Komentar